Showing posts with label movie review. Show all posts
Showing posts with label movie review. Show all posts

11.14.2016

Movie: Before I Wake

Ya... posternya menurut gue sudah cukup horror...
Jadi hari Jumat yang lalu, gue iseng menonton sebuah trailer film berjudul "Before I Wake". Karena tokoh utama dalam film ini adalah seorang anak yang punya gangguan tidur dan gue kadang juga susah tidur, jadilah gue penasaran. Ngomong-ngomong, gue bukan orang yang berani nonton film horror atau thriller, tapi film ini mengusung genre horror, fantasi, dan supernatural.  So... I faced my fear when I decided to watch this movie. Karena gue penakut, gue akhirnya menonton film ini saat istirahat siang bersama dengan teman-teman di kantor.

Cerita "Before I Wake" dimulai dengan Cody, anak laki-laki berusia 8 tahun yang sudah tidak memiliki sanak keluarga satupun. Ibunya meninggal saat ia masih kecil dan akhirnya, ia diasuh oleh keluarga Hobson. Keluarga Hobson, yakni Tuan Mark dan Ibu Jessie, baru saja kehilangan anak laki-laki mereka, Shawn, karena sebuah kecelakaan. Cody ini anaknya manis, mandiri, dan dia punya sebuah keistimewaan. Keistimewaan Cody adalah saat ia jatuh tertidur dan bermimpi, mimpi Cody akan menjadi kenyataan. Awalnya, mimpi Cody di rumah keluarga Hobson adalah mimpi-mimpi yang indah sehingga membuat takjub Mark dan Jessie. Bahkan melalui mimpi Cody, mereka bisa kembali bertemu Shawn yang sudah tiada. Namun, tidak selamanya Cody bermimpi indah. Mimpi Cody berubah menjadi mimpi buruk yang kemudian mengancam orang-orang di sekitarnya. The Canker Man, adalah momok menakutkan yang berasal dari mimpi buruk Cody dan bisa melahap orang-orang di sekitarnya. Hingga akhirnya pada suatu malam, The Canker Man melahap Mark. Mulai saat itu, Jessie mulai mencari latar belakang Cody dan keistimewaannya.

Yang akan gue tulis berikutnya adalah opini gue setelah menonton film ini. Jadi, ini penilaian yang sangat subjektif dari orang yang tidak terbiasa menonton horror.

Film ini tidak terlalu menakutkan untuk dikategorikan sebagai film horror. Setannya, yaitu The Canker Man, menurut gue tidak terlalu menyeramkan (tapi horror juga bro kalo didatengin doi sambil dibisikkin "I will always be with you."). Ketika menonton film ini, teman gue yang bisa nonton horror justru ketiduran, mungkin dia bosan. Awalnya kita juga bakal bosen sama ceritanya karena ya... mengalir aja, pun setannya gak muncul-muncul. Film ini nggak membuat kaget seperti film horror pada umumnya. Sosok menyeramkan yang muncul juga munculnya semacam monster di film kartun anak-anak... Cuma ya aura-aura rumah dan suasananya aja yang seram (?). Tapi... gue sendiri tidak menyesal menonton film ini hingga mencapai konklusinya di akhir. Thanks to cutie Cody yang menggemaskan juga...
That eyes <3
Konklusi yang gue dapat adalah bahwa monster yang selama ini kita pikir ada dari luar diri kita, sebenarnya diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Monster ini mengganggu dan menakuti kita karena mungkin sebuah ingatan yang terus melekat dalam kita. Monster ini bisa jadi berupa asumsi-asumsi kita yang tidak berdasar, yang tidak  kita ketahui dengan yakin kebenarannya. Seperti Cody, karena tidak ada yang memberitahunya kebenaran, dan ia yang masih kecil mungkin juga tidak berusaha mencari tahu, ia terus aja berpikir bahwa The Canker Man adalah setan yang gak akan ngelepasin dia, padahal sesungguhnya The Canker Man adalah... yah, silakan tonton filmnya hingga selesai hehe...

Ketika kita sudah mengetahui kebenaran akan sebuah hal, kita akhirnya dapat mengendalikan pikiran-pikiran kita dari yang negatif jadi lebih positif. Dan ingat! Jangan kemakan asumsi!

Kalau boleh memberi nilai, film ini gue beri: 6/10 karena buat gue, pesan moralnya bagus banget dan trailernya juga bikin penasaran, walau mungkin untuk penggemar film horror, film ini mungkin bakal sedikit mengecewakan.

12.13.2014

Refrain: Saat Cinta Selalu Pulang

Let me rant about this one tonight~

So, we've (me and Fio) got a final assignment to write a review about an Indonesian movie, using Korean. Hahaha... Korean........ (okay, forget this). Originally, we want to write a review about this family movie but it turned out to be so soap opera :| so we decided to change it. And my friend suggested to watch an Indonesian movie called 'Refrain'


Meet Afgan and Maudy Ayunda! Both of them are Indonesia's talented singer and they sung for this movie's soundtrack. Trust me, you'll repeat it again (and again and again) after playing the soundtracks once.

Basically, Refrain is about a classic complicated love story between boys and girls. Been best friend since their childhood, been the first for everything to each other, Nata (Afgansyah Reza) and Niki (Maudy Ayunda) haven't realize that one day, love can change everything between them. Niki believed there will be nothing between her and Nata, but Nata has fallen for Niki secretly since long ago. Nata hid his feeling by being annoying and over-protective to Niki. Then suddenly, Ana (Chelsea Islan), the freshman, came to their life, being their close friend and falling for Nata, secretly too.



Niki, without knowing Nata's feeling, fell in love with Oliver, a cool basketball player who is interested in Niki at the first sight. Their friendship gradually farther away as Niki and Oliver became lover. Nata stated to Ana that Niki has her own new world which he failed to understand.

Until one day, every feeling they are trying hard to hide started to be acknowledged by each other. Will love find their way back home?

From my point of view, this movie based on the statement which stated that "There is no friendship between a man and a woman." I believe in this statement too, to be honest hahaha... (okay, this isn't important right)

Originally, this movie based on a novel with the same title. I've read the novel once and it was too heart-breaking truthfully saying. Well, there will always be something's missing if we compare the book with the movie.

Let's jump to my opinion now~

First, I think that the feeling that Ana had for Nata doesn't look like love when it's supposed to be love. Because when Ana knew that Nata loved Niki, she doesn't look like angry or hurt or surprised. Or probably because she knew this would be coming?

Second, the plot is flowing really fast and it looks a bit weird, for me.

Third, I appreciate how Afgan, Maudy, and Chelsea played their character really well :") Like... I really like how Nata frustrated when he knew Niki fell in love with other boy, how Niki finally realized that it's always been Nata, and how Ana portrayed an innocent girl very well.

The ending scene is really... Indonesian tbh, the girl flew to other country to get her love and they met and they confessed to each other, so typical. But since it's sweet, it doesn't matter. Since Afgan is so handsome and Maudy is too cute it doesn't matter, hehehe.



I would give 8/10 for this movie to sum it all~ And here some quotes from the movie and from the soundtrack~
"Berani sayang ya berani bilang dong." --Danny.
"It's always been you, Niki." --Nata
"It's always been you too..." --Niki
Maybe I felt it all alone, maybe I was afraid, to find that you're where I belong [...] You're a song that won't stop playing, you're the part that keeps repeating, sing it all over again, like a refrain, you are my refrain... (Refrain sung by Afgan)

5.24.2011

Crazy Little Thing Called Love (First Love)


Well--kali ini, gue bakalan nge-post soal film yang sudah sejak lama gue tonton, dan kemarin gue tonton lagi untuk kesekian kali karena *uhuk* ingin melihat Shone! XDD Jadi, gue putuskan untuk menulis review dari film berjudul 'Crazy Little Thing Called Love'.

Jadi ceritanya begini,
Nam (tokoh wanita di film ini) adalah seorang remaja putri biasa, sekitar SMP atau SMA gitu. Tapi dia ini orangnya bsia dibilang punya wajah yang kurang cantik sampe ada anak di sekolahnya yang bilang dia ini 'bug face'. Bahkan adeknya sendiri bilang, temen-temennya Nam ini nemenin dia karena nggak punya pilihan lain. Nah, layaknya remaja putri, Nam pun jatuh cinta pada murid favorit di sekolahnya, Shone yang suka main sepak bola dan belakangan juga diketahui suka fotografi. Nam pun mulai memperhatikan si Shone ini dari jauh dan secara diam-diam, terus berusaha buat berkomunikasi sama si Shone ini. Karena jatuh cinta itu, temen-temen Nam pun membantu Nam buat merubah dirinya, dari yang 'bug face' itu tadi sampe cantik banget (gue pangling pas nonton -__-v). Akankah hati Nam pun berubah? *ejejeje*

Review:
Menurut gue, film ini cukup bagus, tagline (atau apa itu namanya) yang bilang bahwa 'Based on a true story) ya emang bener karena semua yang dialamin Nam itu pasti banyak juga yang pernah ngalamin. Film ini remaja banget, nggak melebih-lebihkan, dan sisi lucunya dan sedihnya juga ada. Plus mata makin seger abis liat Shone ;p. Film ini juga ngajarin tentang persahabatan dan bagaimana perjuangan seorang cewek biasa untuk mendapatkan hati pujaannya (bahasanya apaan nih). Gue paling suka pas deket-deket mau akhir film itu, diketahui bahwa si Shone ini ternyata udah suka sama Nam sejak dia belum berubah sampe udah berubah, dan dia ngebikin album gitu, gue nangis di situ karena emang sedih banget. Yah intinya, film ini emang wajib ditonton sekali. Gue juga akan mengutip beberapa quotes dari film tersebut...

Friends are friends not because of only appearance
Love can win everything especially fear
You know, I'm hurt. Why our time never match
Nah untuk quotes yang terakhir itu, itu kata-katanya si Shone pas mengenang dia mau ngomong kalo dia suka sama Nam, tapi pas itu, temennya ternyata udah 'nembak' Nam duluan, di situ sedih banget, mana lagunya bagus juga *susut air mata*

Jadi melalui film ini gue belajar bahwa ya! Cinta memang bisa memenangkan segala sesuatu, apalagi ketakutan, dan cinta juga bisa membawa perubahan dalam hidup seseorang.