9.19.2015
"Lupa"
Ada beberapa hal yang sebaiknya memang tidak perlu diingat-ingat.
Ada beberapa hal yang sebaiknya memang tidak perlu dipikirkan kembali.
Aku ingin lupa.
Sederhana saja.
Ada beberapa hal yang sebaiknya memang tidak perlu dipikirkan kembali.
Aku ingin lupa.
Sederhana saja.
9.15.2015
00.18. 15 September 2015.
Tiba-tiba sudah tiba di pertengahan bulan September. Waktu benar-benar berjalan cepat. Mungkin sebentar lagi sudah akan ditagih draf skripsi atau draf proposal. Atau sudah mulai ditanya, punya rencana apa ke depan.
Dan jawaban gue adalah... gue belum kepikiran apa-apa. Sedih uga. Rasanya kok hidup jadi sekedar nafas dan beraktivitas tanpa tujuan jelas. Ya... walaupun gue mengetahui grand design apa yang Tuhan ciptakan buat gue, tapi ada kalanya gue berpikir... "What am I supposed to do here?". Ditambah dengan perasaan belum mendapat cukup ilmu selama kurang lebih tiga setengah tahun menimba ilmu di tempat ini... semakin melengkapi kegamangan akhir-akhir ini.
Waktu maba, gue nggak pernah kepikiran akan bikin skripsi, pakai toga, lulus, kerja... waktu maba, gue hanya merasa empat tahun adalah waktu yang lama, masih bisa haha-hihi, masih muda... tanpa terasa... waktu menggerogoti dirinya sendiri dan tiba-tiba saja sebentar lagi semua berlalu seperti kedipan aja. Harus nulis skripsi, kemudian pakai toga, kemudian harus kerja, kalau mau dan kalau bisa kuliah lagi... dan seterusnya dan seterusnya. Mungkin tiba-tiba gue ngedip dua kali, gue sudah berada di suatu tempat di bumi ini sedang menikmati liburan.
Apalah gue mencoba merancang-rancang rencana hidup saat rencana untuk buat self-introduction dalam Bahasa Italia yang harus dilakukan pagi ini pun belum gue lakukan -_-
Tiba-tiba sudah tiba di pertengahan bulan September. Waktu benar-benar berjalan cepat. Mungkin sebentar lagi sudah akan ditagih draf skripsi atau draf proposal. Atau sudah mulai ditanya, punya rencana apa ke depan.
Dan jawaban gue adalah... gue belum kepikiran apa-apa. Sedih uga. Rasanya kok hidup jadi sekedar nafas dan beraktivitas tanpa tujuan jelas. Ya... walaupun gue mengetahui grand design apa yang Tuhan ciptakan buat gue, tapi ada kalanya gue berpikir... "What am I supposed to do here?". Ditambah dengan perasaan belum mendapat cukup ilmu selama kurang lebih tiga setengah tahun menimba ilmu di tempat ini... semakin melengkapi kegamangan akhir-akhir ini.
Waktu maba, gue nggak pernah kepikiran akan bikin skripsi, pakai toga, lulus, kerja... waktu maba, gue hanya merasa empat tahun adalah waktu yang lama, masih bisa haha-hihi, masih muda... tanpa terasa... waktu menggerogoti dirinya sendiri dan tiba-tiba saja sebentar lagi semua berlalu seperti kedipan aja. Harus nulis skripsi, kemudian pakai toga, kemudian harus kerja, kalau mau dan kalau bisa kuliah lagi... dan seterusnya dan seterusnya. Mungkin tiba-tiba gue ngedip dua kali, gue sudah berada di suatu tempat di bumi ini sedang menikmati liburan.
Apalah gue mencoba merancang-rancang rencana hidup saat rencana untuk buat self-introduction dalam Bahasa Italia yang harus dilakukan pagi ini pun belum gue lakukan -_-
8.23.2015
7.26.2015
Dilan
Kemarin-kemarin saya habis melahap dua buku yang menceritakan seorang Dilan. Membaca Dilan membuat saya tertawa dan tersenyum sendiri. Duh, ada-ada saja laki-laki bernama Dilan. Memberikan hadiah berupa sebuah buku TTS yang sudah diisi kepada Milea, gadis yang ia sukai sebagai kado ulang tahun adalah bagian yang paling membuat saya tertawa. Dia mengisinya supaya Milea tidak perlu pusing lagi mengisinya.
Membaca Dilan membuat saya teringat akan seseorang. Membuat saya kembali tersenyum setiap kali mengingat sebuah percakapan kami di suatu hari.
A: Kamu pulang ke mana?
G: Ke Sragen.
A: Sragen? Minuman susu yang ada oatmealnya itu?
G: ...Ene*gen maksud kamu? -_-
Ah, saya ingin juga rasanya berkenalan dengan lelaki macam Dilan. Namun lelaki yang bercakap dengan saya pada hari itu, membuat saya merasa cukup saja saya kenal dia, tidak perlu si Dilan.
7.18.2015
Perjalanan
Aku sibuk bercumbu dengan segala rindu
Sembari menghitung waktu demi waktu
Kupeluk erat saja rindu itu
Dibiarkan tidak terucap dan tetap membisu
Sragen, 18 Juli 2015
Mungkin kita pernah berjumpa
Pada satu sore di satu masa
Mungkin kita tidak bertegur sapa
Karena tidak terbersit kita dapat saling menjadi makna
Mungkin dua pasang mata kita pernah saling beradu
Tapi delima masih terkekang oleh bisu
Mungkin... siapa yang tahu?
Mungkin kita pernah bertemu tapi mungkin tidak pernah saling tahu
Surakarta, 19 Juli 2015
7.06.2015
Subscribe to:
Posts (Atom)