Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

2.07.2017

sekian ribu mdpl
Kalau laut adalah tempat paling misterius
Benarlah debur ombak memang suara paling merdu
tentram, diam, dalam
teduh, tak riuh, luluh

5.02.2016

Perkara

Perkara merindumu, kasih
Tidak hanya sebatas jarak atau pula waktu
Terkadang perkara gengsi dan urusan kita masing-masing
Perkara mengobati hal itu, kasih
Rupa-rupanya memang sulit
Tidaklah semudah aku menerjemahkan kata asing dalam telingamu
Tidaklah semudah kau jelaskan bagaimana kerja sebuah mesin kepadaku

Menanti hari hujan selanjutnya...
2 Mei 2016

4.08.2016

Jangan Bermain dengan Api

Ibu bilang jangan main api
Rasanya panas dan kamu terbakar
Ayah bilang jangan main api
Kecil ia kawan, besar berbalik melawan
Aku bilang kamu jangan main api
Siapa sangka kamu terbakar tapi lupa bagaimana memadamkan

7.18.2015

Perjalanan

Aku sibuk bercumbu dengan segala rindu
Sembari menghitung waktu demi waktu
Kupeluk erat saja rindu itu
Dibiarkan tidak terucap dan tetap membisu

Sragen, 18 Juli 2015

Mungkin kita pernah berjumpa
Pada satu sore di satu masa
Mungkin kita tidak bertegur sapa
Karena tidak terbersit kita dapat saling menjadi makna

Mungkin dua pasang mata kita pernah saling beradu
Tapi delima masih terkekang oleh bisu
Mungkin... siapa yang tahu?
Mungkin kita pernah bertemu tapi mungkin tidak pernah saling tahu

Surakarta, 19 Juli 2015

7.06.2015

jadilah yang tetap
walau yang lain harus beranjak
terangilah jiwa yang gelap
rekatkanlah hati yang retak
--
Jakarta, 6 Juli 2015

7.04.2015

Malam melarut
Dingin memeluk
Dan tawa yang terbagi
Kuharap takkan terganti
Esok hari siapa yang tahu?
Sudahlah, berbahagialah hai jiwaku
Bahagia itu hari ini, saat ini, menit ini, detik ini
--
Jakarta, 4 Juli 2015

6.22.2015

x

Buat saya kamu tetap misteri
Di balik malam jawaban tentangmu tersembunyi
Dan sayang pula tidak terjawab oleh datangnya pagi
Kadang kamu jadi orang yang kurindu setengah mati
Kadang kamu jadi sosok yang paling ingin kubenci
--
Jakarta, 22 Juni 2015
(ada pertemuan dan rindu yang harus ditunda, untuk menghidupkan rasa yang lebih besar lagi. Malam.)

3.21.2015

autumn.

bergantung ia pada ranting
kuning, memerah, kemudian cokelat
dan ketika matamu berkedip
angin melenyapkan kekuatannya yang terakhir
menyapunya jauh
saksinya adalah langit biru tak bernoda
ditemani mentari hangat di pucuk sore

tak ada yang tahu
ke mana angin menghembusnya pergi
ia gugur dan mati
agar yang kemudian dapat hidup
dalam peluk musim semi

2.14.2015

pandangi langit sore ini

Sore ini bukan lembayung
Kelabu dan mendung
Lepas rinai yang turun
Mataku dan langit beradu
Hitam dan putih tidak bisa menyatu
Tapi kenapa tercipta abu-abu?

2.07.2015

dengan kamu

dalam heningmu aku ingin terjaga
dalam celotehmu aku ingin menjadi bagiannya
dalam tawamu aku ingin ikut serta
pun dalam sedihmu aku ingin turut larut
pun dalam pagi dan malammu jemariku dan jemarimu 'kan bertaut

dalam hidupmu aku ingin terus ada
dalam hidupmu aku ingin jadi makna

2015.2.5
kepada kamu, yang masih saya terus cari
kepada kamu, yang mungkin sudah saya temukan namun masih tertutupi

1.26.2015

dua sisi mata pisau

seorang teman bisa jadi seorang asing
waktu melahap kenangan, memori, kita yang dahulu
waktu membuat kita tumbuh, dan lupa sesuatu
seorang asing bisa jadi seorang teman
waktu menciptakan keterikatan
waktu membuat kita tumbuh, lupa, untuk bertemu
dengan segala yang baru

kadang, aku berpikir bahwa kamu
yang dinamai orang adalah waktu
sangat lucu
lucu

1.14.2015

02.51

bulan terang menuju peraduan
surya masih sembunyi di balik kelam malam
di sana bintang kejora tak berkedip terpana
dengan hening dalam sepi tanpa frasa

mengecup malam dengan kata
menutup hari dengan sebaris doa
mengawali subuh dengan sebuah pinta
mengharap jawab saat terang menjelang
Kelak.

12.30.2014

untuk pencumbu langit biru

Kepaklah sayap besimu
Ke tempat matahari dan awan beradu
Cumbulah langit biru
Bawalah mimpimu, jauh, jauh

Terbanglah dengan berani
Hantam cumulonimbus
Belailah kelembutan cirrostratus
terbanglah lebih tinggi

Terbanglah pesawatku
Bawalah jiwa-jiwa penuh kerinduan
Menemui kekasih yang dijerat rasa rindu
terbanglah

30 Desember 2014
my deepest condolences to the family of passengers and crews of AirAsia QZ8501. May God give the comfort and peace for the family and may the soul of their loved rest in peace. They aren't leaving, they are flying higher...

12.21.2014

Tanya

Selamat malam menjelang pagi
Mungkin kamu saat ini tengah sibuk
Merapal kata menghafal makna
Mengingat untuk menjawab

Atau mungkin malah sedang lelap
Terbuai bisik angin dan panggilan bantal
Terjebak di negeri mimpi dengan janji
esok akan kau kobarkan semangatmu

Selamat malam menjelang pagi

12.14.2014

longing.

Been repeating Refrain (sung by Afgan, an Indonesian singer) these days. I've watched Refrain and falling in love with this song. It describes our story perfectly in my opinion.
If I wanna sing of everything that we have been through, i'll run out of words  
But if I could sing of just one thing, It'd be your melody
If I wanna write a story about you and me, would you believe me, I'll ran out of pages 
But if I could write of just one moment, It would be forever 

Maybe I felt it all alone 
Maybe I was afraid 
To find that you're where I belong 
And say the words i left unsaid 

Now I try to deny this feeling 
Who am I kidding? 
Who are you kidding? 
You're the song that won't stop playing 
You're the part that keeps repeating 
Sing it all over againLike a refrain
to know that he/she is the one where you belong... it will be such a nice feeling, won't it?

rindu yang menanti untuk diungkap
di balik rinai kusembunyikan
menunggu kamu untuk tiba
menjemput dengan sunggingan dari delima

dengan kenangan dua insan mencinta
dengan cinta dua insan bertahan
bernafas dan menjadi alasan
untuk kemudian menjadi makna

dalam rinai sore kutitip rindu
dan salam untukmu
berharap kasihNya menyertai langkahmu
kupercayakan kamu dalam genggamanNya

12.07.2014

Bagai Pungguk Merindukan Bulan

Semoga malam membuai saya cepat
Bermimpi ke bintang menggapai bulan
Semoga pagi tidak pernah menjemput
Harap dari seorang pungguk

11.14.2014

down, down on me

di kolong langit
mereka menarikan
tarian minta hujan
basahi tanah kami
lenyapkan asap perih
matikan debu yang ringkih
turunkan rinai-rinai pembawa kebahagiaan
turunkan rinai-rinai pembawa harapan
turunkan rinai-rinai pelepas dahaga
turunkan turunkan turunkan

11.06.2014

Sakit

Yang sakit di sini
bukan
bukan di hati

tapi di sini
kepala

mau pecah
mau meledak

11.04.2014

jika patah sayap waktu

aku ingin mematahkan sayap sang waktu
jika Sang Penguasa mengizinkan aku
biar beku suasana
biar beku tawa kita
biar sedih tak berlanjut
biar marah tak sempat dirajut

Jakarta, 4 November 2014
(setelah bertemu dengan orang yang membuat saya ingin mematahkan sayap sang waktu.)

11.01.2014

Rumah

Izinkan saya selalu kembali
saat raga ini sedang tidak mampu berdiri
saat jiwa ini muak dengan dunia dan kebisingannya
saat hati ini ingin beristirahat
saat ingin tertawa
saat butuh pundak
saat kelam maupun benderang

Izinkan saya selalu kembali
pada kalian, teman seperjuangan.
yang akan selalu dirindukan
akan selalu terpatri dalam kenangan.

teruntuk keluarga disiplin 2014.