Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

5.21.2016

Kau hadir sebagai angin yang membelai daun-daun kala pagi
Kau ada dalam birunya langit yang kupandang tiap-tiap hari
Kau ada pada tanah tempat anak manusia berjalan dan berlari
Kau mengisi jarak di sela-sela jemariku kala kutuliskan puisi ini

"Your presence is heaven to me."

5.02.2016

Perkara

Perkara merindumu, kasih
Tidak hanya sebatas jarak atau pula waktu
Terkadang perkara gengsi dan urusan kita masing-masing
Perkara mengobati hal itu, kasih
Rupa-rupanya memang sulit
Tidaklah semudah aku menerjemahkan kata asing dalam telingamu
Tidaklah semudah kau jelaskan bagaimana kerja sebuah mesin kepadaku

Menanti hari hujan selanjutnya...
2 Mei 2016

4.08.2016

Jangan Bermain dengan Api

Ibu bilang jangan main api
Rasanya panas dan kamu terbakar
Ayah bilang jangan main api
Kecil ia kawan, besar berbalik melawan
Aku bilang kamu jangan main api
Siapa sangka kamu terbakar tapi lupa bagaimana memadamkan

2.14.2015

pandangi langit sore ini

Sore ini bukan lembayung
Kelabu dan mendung
Lepas rinai yang turun
Mataku dan langit beradu
Hitam dan putih tidak bisa menyatu
Tapi kenapa tercipta abu-abu?

2.07.2015

dengan kamu

dalam heningmu aku ingin terjaga
dalam celotehmu aku ingin menjadi bagiannya
dalam tawamu aku ingin ikut serta
pun dalam sedihmu aku ingin turut larut
pun dalam pagi dan malammu jemariku dan jemarimu 'kan bertaut

dalam hidupmu aku ingin terus ada
dalam hidupmu aku ingin jadi makna

2015.2.5
kepada kamu, yang masih saya terus cari
kepada kamu, yang mungkin sudah saya temukan namun masih tertutupi

12.30.2014

untuk pencumbu langit biru

Kepaklah sayap besimu
Ke tempat matahari dan awan beradu
Cumbulah langit biru
Bawalah mimpimu, jauh, jauh

Terbanglah dengan berani
Hantam cumulonimbus
Belailah kelembutan cirrostratus
terbanglah lebih tinggi

Terbanglah pesawatku
Bawalah jiwa-jiwa penuh kerinduan
Menemui kekasih yang dijerat rasa rindu
terbanglah

30 Desember 2014
my deepest condolences to the family of passengers and crews of AirAsia QZ8501. May God give the comfort and peace for the family and may the soul of their loved rest in peace. They aren't leaving, they are flying higher...

12.24.2014

Tentang Dia

Dalam kesederhanan kain lampin
Dalam dinginnya angin malam
Dalam pelukan ibunda
Dalam sunyinya malam
Kau terlelap ditemani kedamaian
Untuk saya, untuk kita, untuk manusia

Malam ini semuanya tentang Dia
yang datang dalam kesederhanaan
diliputi sukacita dan damai sejahtera
untuk kamu, untuk saya, untuk kita, untuk manusia

Thank You for Your bless, for Your love, for everything that You have given to me.


12.07.2014

Bagai Pungguk Merindukan Bulan

Semoga malam membuai saya cepat
Bermimpi ke bintang menggapai bulan
Semoga pagi tidak pernah menjemput
Harap dari seorang pungguk

11.14.2014

down, down on me

di kolong langit
mereka menarikan
tarian minta hujan
basahi tanah kami
lenyapkan asap perih
matikan debu yang ringkih
turunkan rinai-rinai pembawa kebahagiaan
turunkan rinai-rinai pembawa harapan
turunkan rinai-rinai pelepas dahaga
turunkan turunkan turunkan

11.06.2014

Sakit

Yang sakit di sini
bukan
bukan di hati

tapi di sini
kepala

mau pecah
mau meledak

11.04.2014

jika patah sayap waktu

aku ingin mematahkan sayap sang waktu
jika Sang Penguasa mengizinkan aku
biar beku suasana
biar beku tawa kita
biar sedih tak berlanjut
biar marah tak sempat dirajut

Jakarta, 4 November 2014
(setelah bertemu dengan orang yang membuat saya ingin mematahkan sayap sang waktu.)

7.21.2014

Teksas.

Kamu teknik
Aku sastra
Diam-diam aku berharap
Kita disambungkan oleh jembatan merah itu

Kamu teknik
Aku sastra
Diam-diam mata melirik
Di ujung jembatan kuintip kamu bersama senja

Jakarta, 21 Juli 2014 (edit 11 Mei 2015)
(hanya anak sastra biasa yang diam-diam suka kagum melihat laki-laki bawa perkamen nyebrang jembatan)